Hijrah : berinisitif

Cerita tentang seseorang pengajar: 

Saat saya masih mengajar di bimbel, saya suka minta tolong officeboy untuk membelikan nasi padang. Waktu itu ada dua orang yang sering saya mintai tolongnya. Si mamang dengan si akang.

Si akang ini kalau dia sudah beli, dia kasih nasi padang itu masih dibungkus dan di dalam kresek plastik. Keadaan nya masih sama seperti dia terima dari warung padangnya.

Tapi si mamang lebih istimewa. Kenapa begitu ? sebab si mamang ini kalau dia sudah beli, dia piringi dulu nasi tersebut, tambah sendok-garpu, dan segelas teh manis. Enak ya ? Saya tinggal lep.

Dalam cerita ini, saudara pasti langsung bisa menebak siapa officeboy kesukaan saya ? Tentu si mamang. 
Padahal si akang itu gak salah juga. Emang permintaan saya cuma dibelikan nasi padang. Tapi si mamang ada inisiatif untuk melakukan sesuatu lebih dari sekedar yang diminta.
Kita juga begitu harus ikutin si mamang, kalau mau kita ini jadi hamba kesukaan Allah. Harus ada inisiatif kerjakan shalat sunnah dalam setiap shalat fardhu kita. 

Walaupun Allah cuma mewajibkan yang fardhu. Kita tambahin lagi dengan sunnah qabliyah dan ba’diyah. Insya Allah kita bisa dapat ridhaNya. 

Salam Hijrah.

⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *