Memahami Psikotes Kerja

Psikotes kerja merupakan salah satu faktor yang akan menghambat para pelamar kerja, sebab tes ini akan menjadi tahapan akhir yang harus dilakukan sebagai satu tumpuan sebuah perusahaan ataupun instansi yang lain guna memutuskan apakah para pelamar kerja akan diterima atau tidak menjadi karyawan di perusahaan tersebut.

Lantas, bagaimana agar Anda bisa berhasil melewati tes psikotes kerja ini? Jawabannya adalah, Anda harus benar-benar mempersiapkan diri Anda fisik maupun mental, agar Anda bisa dengan mudah lolos dari tahapan tes ini. Di samping mempersiapkan diri, Anda juga harus memperbanyak berlatih untuk mengerjakan sejumlah soal psikotes, dan contoh soal psikotes bisa Anda dapatkan dengan mudah baik di internet ataupun toko buku.

Anda harus benar-benar mampu memahami bentuk soal tes psikotes agar Anda bisa mengerjakannya dengan waktu yang tidaklah lama, dan berikut ini beberapa bentuk contoh soal tes psikotes yang kemungkinan besar akan Anda temukan ketika mengerjakan soal psikotes.

1. Tes Logika Aritmatika

Pada tes ini akan terdiri dari beberapa deret angka, dan yang diukur dalam tes ini yaitu kemampuan Anda dalam menganalisis serta memahami beberapa pola atau kecenderungan yang tertentu yang mana ada dalam wujud deret angka, yang kemudian akan memprediksikan hal lainnya berdasarkan pola tersebut.

Agar Anda bisa mengerjakan soal ini, maka Anda jangan pernah terpaku pada deret hitung ataupun deret ukur perhitungan matematika saja, namun ada saatnya Anda melihat deret secara keseluruhan, sebab bisa saja pola berupa urutan angka, pengelompokan berurutan ataupun pengelompokan loncat.

2. Tes Logika Penalaran

Pada tes ini akan terdiri beberapa deret gambar baik 2 ataupun 3 dimensi. Pada tes ini penilaian yang akan diukur adalah kemampuan Anda dalam memahami setiap pola atau kecenderungan dalam bentuk gambar yang mana dengan melakukan prediksi berdasarkan pola pada gambar-gambar tersebut.

Agar Anda bisa mengerjakan soal ini dengan baik, maka Anda harus memiliki konsentrasi yang tinggi, hati-hati serta lebih teliti dalam melihat gambar. Sebab bentuk yang ditawarkan nantinya akan lebih serupa walaupun bentuk tersebut tidaklah sama.

3. Tes Analog Verbal

Biasanya bentuk tes ini terdiri dari 40 soal yang mana isi dari soal tersebut adalah sinonim, antonim, ataupun analog suatu kata atau kalimat. Pada tes ini penilaian yang akan diukur adalah kemampuan logika Anda terhadap sebuah kondisi, bukan hanya itu, tes ini juga bertujuan untuk melihat sejauh mana Anda bisa memahami sebab-akibat terjadinya suatu masalah.

Agar Anda bisa mengatasi soal ini, jika Anda memiliki masalah dalam konsentrasi serta logika, maka Anda bisa mem-bypass-nya dengan menghafal soal serta jawaban. Sebab banyak diantaranya yang menyebutkan, bahwa pada tes ini soal yang diberikan hampir sama.

4. Tes Kraepelin

Tes yang terdiri atas gugusan beberapa angka yang memang telah tersusun secara membujur dalam bentuk lajur-lajur. Pada bagian ini, nantinya peserta tes akan diminta untuk menjumlah kedua angka yang memang berdekatan dalam waktu yang telah ditentukan pada setiap bagian kolom serta diminta untuk menuliskan di sampingnya. Pada bagian ini yang dinilai adalah konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan, kemampuan Anda dalam daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan Anda dalam mengerjakan suatu hal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *