Open our mind

Buka pikiran kita… Kalau binatang saja dijamin rezekinya, apalagi manusia, apalagi orang beriman! Padahal binatang nggak pernah sekolah, nggak pernah kuliah! Hehe…

Kebanyakan kita, punya uang dulu, baru yakin. Nggak punya uang, nggak yakin. Ngawur itu. Makanya selalu keteteran sama uang. Nggak datang-datang uangnya, hehe. Lha, harusnya? Yah, yakin dulu. Sekali lagi, yakin dulu.

Terkait pemafkahan, bukan rezeki yang kurang. Mungkin keyakinan dan ikhtiar yang kurang. Akhirnya uang yang disalahkan dan dipermasalahkan. Ini menyesatkan.

Itu soal rezeki. Gimana dengan impian? Gimana dengan impian yang besar? Percayalah, tak ada impian yang terlalu besar bagi-Nya. Lebih baik perbesar saja keyakinan kita, ikhtiar kita, dan amal kita. Iringi pula impian yang besar itu dengan tawakal yang besar.

Kemarin saya diundang oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar), diminta bicara soal memajukan pariwisata daerah. Di hadapan 700-an peserta saya sampaikan, itu bukanlah impian yang muluk-muluk. Sebaliknya, itu mungkin saja terjadi. Sangat mungkin.

Selain itu, ingatlah pesan saya: Jaga impianmu, jangan biarkan layu. Perjuangkan impianmu, jangan pernah jemu… Tabur, rawat, tuai. Sebaiknya, itulah sikap pamungkas kita terhadap impian.

Dan tak usah risih kalau impianmu berbeda dengan orang lain atau tidak dianggap sama orang lain. Yang penting, dirimu bahagia, keluargamu bahagia, dan Tuhan-mu ridha. Cukup. Membanding-bandingkan impian, hanya akan mengurangi bahagiamu.

Terakhir, sebesar-besarnya impianmu, setinggi-tingginya impianmu, bawalah ‘serendah-rendahnya’ dalam sujud. Syukur-syukur dalam tahajud. Insya Allah terwujud, membuatmu terkejut.

Source : Ippho Santosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *