URUSAN MANUSIA

Dalam Islam, berkembang paham yg mengatakan bahwa segala sesutu berkenaan dgn nasib  manusia telah ditentukan Tuhan sejak manusia lahir, seperti; jodoh, rezeki, umur, dsb, sehingga manusia hanya melakoninya saja. Baik dan buruknya manusia tergantung pd suratannya (takdirnya). Paham  ini dikenal dengan paham Jabariyyah. Paham ini tdk terlepas dr kemusykilan2. Seperti: kalau jodoh sudah ditentukan Tuhan, kenapa kita dilarang menikah dgn orang yg beda agama. Kalau ajal sudah ditentukan Tuhan, kenapa kita dilarang bunuh diri. Kalau rezki sudah ditentukan Tuhan, kenapa masih harus kerja keras mencari rezki, dsb.

Kebalikan dr paham di atas, ada yg mengatakan bahwa Tuhan tdk terlibat dalam perbuatan manusia. Manusia bebas dalam mewujudkan perbuatannya. Baik buruknya perbuatan manusia semuanya tergantung manusianya. Paham ini kemudian dikenal dgn paham Qadariyah. Paham ini pun tdk terlepas dari kemusykilan2, seperti; kalau manusia mandiri dlm perbuatannya, tentu manusia tdk pernah merasakan yg namanya “kecewa”. Tapi faktaya, sering sekali keinginan2 manusia tdk terwujud/tidak tercapai sehingga mereka merasa kecewa, bahkan stres berat karenanya.
Itu tandanya ada pihak lain (Tuhan) yg berpengaruh di luar dirinya.

Adapun Al-quran  mempunyai pandangan sendiri, tidak Jabariyah dan tidak Qadariyah, tapi ditengah-tengah antara keduanya. Rezeki, jodoh, umur, dsb yg ditentukan bahkan sebelum penciptaan manusia, adalah yg bersifat umum. Tanah dgn segala yg tumbuh di atasnya, air, dan udara  adalah rezeki buat manusia secara umum. Jodoh laki2 adalah perempuan. Begitu pun dgn ajal, bahwa setiap yg hidup pasti ada ajalnya.

Adapun jumlah bagian rezeki yg akan diperolehnya, laki2 mana berpasangan dgn perempuan yg mana, berapa lama jatah hidupnya di dunia, semuanya bisa diusahakan oleh manusia sendiri. Namun dgn segala keterbatasan yg dimilikinya, hendaknya setiap manusia memohon pertolongan Allah agar memberinya apa yg diharapkan. Inilah urusan yang akan ditentukan pada malam al-Qadr, sebagaimana ayat: 

وَمَاۤ  اَدْرٰٮكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ  ؕ
لَيْلَةُ الْقَدْرِۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ  ؕ
تَنَزَّلُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْ ۚ  مِّنْ كُلِّ اَمْر

“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.”
(QS. Al-Qadr: Ayat 3-4).

Urusan yg dimaksud, juga dijelaskan dlm Surah Ad-Dukhan:
فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ

‘(Pada malam Al-Qadr itu) diurailah atau dirincikanlah tiap2 urusan manusia, dengan penuh kebijaksanaan.”

Pada malam itu diaturlah atau dirincilah urusan setiap orang. Apa yg akan diperoleh setiap orang selama satu tahun ke depan ditentukan pada malam itu. Urusan manusia diatur dengan penuh Kebijaksanaan artinya, kalau manusia meminta, Allah penuhi permintaannya.

Jadi pada malam Al-Qadr itu mintalah kepada Tuhan apa saja yg Anda inginkan. Perbanyaklah berdoa karena pada saat itu Allah Swt sangat dekat dgn orang yg berpuasa.

وَاِذَا  سَاَلَـكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ  ؕ  اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.”(QS. 2:186)

Allah mempunyai nama2 yg baik maka berdoalah kepada-Nya dgn nama2 itu:

وَلِلّٰهِ الْاَسْمَآءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَا ۖ 

“Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu”.(QS. Al-A’raf: Ayat 180)

Asmaul Husna yg paling lengkap ada dalam do’a Jausyan Kabir (perisai yg agung), berisi 1000 asma Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *