COMMUNICATION SKILL : Menjawab Penolakan Halus dari Seorang Calon Nasabah

*Calon* : 
Saya tidak ambil dulu ya pak, nanti lain kali saja saya telpon bapak. ( sepenggal penolakan halus dari calon  nasabah).

*Agen*

Saya menghargai pendapat dan jawaban yg bpk sampaikan, *walau demikian saya tetap siap membantu* kapanpun bapak menghubungi saya. 
Biasanya, dari pengalaman saya selama bertahun2, hanya ada 2 kemungkinan orang menelpon saya *setelah pertemuan seperti ini*, yaitu :

*Kemungkinan Pertama*

Setelah saya pulang, *secepatnya* orang tsb musyawarah antara suami istri, mencoba menghitung anggaran dan memutuskan siap masuk menjadi nasabah kami karena mereka berpikir *Program yg saya tawarkan sangat penting untuk ketenangan & kesejahteraan* keluarganya

*Kemungkinan ke dua*,

Orang tsb akan menelepon saya, ketika resiko sudah terjadi pada diri atau keluarganya, seperti ketika sedang dirawat dirumah sakit atau divonis mempunyai penyakit berat dan butuh biaya yg besar, akhirnya mereka memohon kepada saya utk diterima menjadi nasabah, krn baru menyadari pentingnya setelah musibah terjadi. Ironisnya, untuk kasus seperti ini, saya hanya bisa menjawab *maaf bapak sudah terlambat karena tidak ada perusahaan asuransi satupun didunia ini yg bersedia membantu bapak*

Harapan saya semoga *bapak bisa mengambil keputusan terbaik untuk keluarga bapak*, mungkin tidak untuk hari ini, namun saya percaya bpk akan mengambil keputusan secepatnya sebelum resiko datang pada kita dan keluarga.

*Doa saya untuk bapak sekeluarga semoga tetap sehat, panjang umur dan murah rezeki ya pak*

Prensss, semoga cara ini bermanfaat buat kita semua

Lalu, yakinlah bahwa nasabah tsb *bukan menolak, tapi hanya menunda*

Happy Selling with *The Yes, but Technique Concept*

Copas dari Group sebelah😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *